Mencari Ide Tulisan

Adakalanya tiba-tiba pikiran kita buntu, nulis stucked dan ide jangankan menyapa, menoleh juga nggak. Padahal DL sudah dekat, sedih … hiks🙈😥

Pernah mengalami hal seperti itu?
Pernah, sesekali atau acapkali?
Kalo pernah, artinya nggak setiap kali.
Sesekali juga berarti kadang-kadang saja buntu. Mungkin karena sedang banyak kerjaan lain, terlalu banyak DL yang dikejar sehingga nggak fokus dan bingung kudu ngerjain yang mana dulu.
Nah, kalo acapkali gimana?
Waah, kalo benar acapkali susah dapet ide, artinya harus introspeksi diri besar-besaran loh … 😬🤫

Ide itu memang gampang-gampang susah. Kadang lagi tidur, mimpi yang melahirkan ide. Sayangnya begitu bangun, mendadak lupa sama mimpi dan idenya (pengalaman pribadi)… 😅

Kadang ide muncul saat kita sedang galau tak berkesudahan. Akhirnya mengekspresikan perasaan dengan nulis-nulis sedikit, di diktat kuliah, di catatan resep masakan, di buku kopean matematika, di kertas ulangan, dsb (ini juga pengalaman pribadi … sebagian aja, kok! 🤭)

Bisa juga ide muncul saat lagi repot-repotnya masak atau ngerjain kerjaan yang ditungguin sama bos mesti kelar saat itu juga! Lanjutin masak, apa nulis? Lanjutin kerjaan dari bos, apa rehat sebentar untuk nulis meski hanya sedikit?

Yang keren itu, kalo tiap liat sesuatu, muncul ide. Tiap denger sesuatu, ide langsung berdatangan tak diundang. Tiap ngerjain sesuatu , ide langsung mengalir deras laksana air keran PDAM saat musim hujan.
Bahkan sedang enak-enak tidur pun, tiba-tiba terbangun karena dapet ide dan cepet-cepet nge-save ide itu di buku saku atau langsung nyalain note di gadget, sebelum Mas Ilham kabur lagi. 💪🏻💪🏻 ( Eaaa …. )

Ok, sekarang serious time!😎
Jadi gimana mencari ide tulisan itu?

  • Rajin berlatih menulis judul atau tema apapun yang melintas di benak kita. Apa saja. Jangan pilih-pilih.
    Misal liat orang masak udang, tapi nggak dibuang bagian keras dan tajamnya. Kita pengen ngasih tau yang benernya kayak gimana.
    Tapi pas mau ngasih tau, orang tersebut penampilannya cukup bikin nyali kita mengkeret, gundul, berotot, kumis tebal ala Pak Raden, kulitnya gelap …. Wah, sempurna! Penampilan ala pegulat internasional!
    Nah, daripada kegelisahan kita menguap begitu saja atau bahkan hilang, ada baiknya kita tulis saja. “Cara Mengupas Udang yang Baik dan Benar.
    Tulis di note, atau posting di medsos. Biarpun terlihat remeh, siapa tau ada yang butuh panduan untuk ngupas udang yang benar? Dan saat melihat tulisan kita, mereka merasa terbantu dan merasakan manfaatnya. Itu rasanya ” sesuatu” banget, loh!
    Bikin 30 judul tulisan yang berbeda setiap harinya. 😱
    Susah?
    Iya kalo cuma dibayangkan. Kalo dicoba, insya Allah.
    Insya Allah cukup memusingkan!😅
    Ngga, serius. Insya Allah otak kita akan terangsang untuk berpikir dan mencari. 😊
  • Asah kepekaan diri.
    Pada dasarnya ide itu banyak sekali. Bertaburan di sekitar kita. Cuma kadang kitanya yang nggak “ngeh”, jadinya ide-ide lewat begitu saja dan menghilang.
    Pinter-pinternya kita untuk melihat keberadaannya dan secepatnya menangkap Mas Ilham … Eh, ide maksudnya, untuk segera dieksekusi.
    Ini perlu latihan. Maka perbanyak mengamati keadaan sekitar.
  • Berpikir simpel.
    Menulis sesuatu itu berarti menjelaskan, menguraikan dan menceritakan sesuatu. Sehingga pembaca mengerti dan bisa menangkap apa maksud dan inti dari cerita atau tulisan yang kita buat.
    Jangan membicarakan sesuatu yang sulit, apalagi yang tidak kita mengerti. Nanti yang ada, baik penulis dan pembaca sama-sama bingung dan berpikir, ” Sebenarnya ini tulisan ngomongin apa sih?”
    Nah loh? 😅
  • Menguasai materi.
    Carilah bahan tulisan yang kita kuasai. Misalnya kita suka masak kue. Maka tulislah hal-hal seputar pembuatan kue. Kita menguasai ilmu desain interior? Maka tulislah hal-hal yang berkaitan dengan desain interior.
  • Rajin menyimak update berita terbaru.
    Suka nonton tv? Youtube? Web berita gosip artis? Liat berita bencana alam dan sebagainya?
    Tulis hal-hal seputar bagaimana cara penanganan darurat gempa. Bagaimana menghindari pelakor dalam rumah tangga, dan lain-lain. Ditambah dengan sumber rujukan atau referensi? Itu lebih oke lagi.👍🏻
  • Suka baca.
    Banyak baca adalah amunisi utama seorang penulis. Bukan hanya membaca dalam arti membuka buku dan menelaah isinya. Tapi juga “membaca” lingkungan sekitar kita. Dua orang tetangga yang sedang ngobrol. Amati semua obrolannya sambil mengamati gerak-gerik mereka. Lalu coba rekam dan deskripsikan dalam bentuk tulisan.
    Hal ini berguna sekali terutama bila kita suka menulis fiksi. Tulisan yang dibuat, meski hanya imajinasi, tapi bisa terasa nyata dan masuk akal. So? Are you ready to start, writer?

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai